Stadion Pierre-Mauroy menjadi saksi bisu ketegangan luar biasa saat LOSC Lille berhasil mengamankan tempat di semi-final Liga Konferensi UEFA, Jumat dini hari (24/10), setelah mengalahkan tim asal Yunani, PAOK Thessaloniki, melalui babak adu penalti yang mendebarkan (4-2). Pertandingan leg kedua perempat final ini berakhir imbang 1-1 (agregat 2-2) selama 120 menit, memaksa penentuan harus dilakukan dari titik putih.
Lille, yang datang dengan bekal hasil imbang 1-1 dari leg pertama di Toumba, memulai pertandingan dengan agresif. Tekanan tuan rumah berbuah manis pada menit ke-25 ketika penyerang sayap mereka, Jonathan David, sukses mengkonversi umpan silang mendatar dari Álexsandro menjadi gol pembuka. Gol ini membuat Lille unggul agregat 2-1 dan seolah berada di jalur yang mudah.
Namun, PAOK yang dikenal memiliki semangat juang tinggi di kompetisi Eropa, menolak menyerah. Tim tamu mulai menekan dan menyamakan kedudukan pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-55, melalui sundulan keras kapten mereka, Vieirinha, memanfaatkan situasi bola mati. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang.
Sepanjang babak perpanjangan waktu, kedua tim bermain sangat hati-hati. PAOK fokus pada pertahanan untuk memaksakan adu penalti, sementara Lille tampak kelelahan dan gagal memanfaatkan beberapa peluang emas. Kiper Lille, Lucas Chevalier, menjadi pahlawan di babak tambahan dengan penyelamatan krusial atas tembakan volleyball Taison di menit ke-115.
Adu penalti pun menjadi klimaks. Lille sukses memasukkan empat penendang mereka (Yazici, Bentaleb, David, dan André), sementara Chevalier menunjukkan kelasnya dengan menepis dua eksekusi krusisi dari PAOK. Kegagalan terakhir PAOK memastikan Lille menang 4-2 dan lolos ke babak empat besar kompetisi klub Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka.
Pelatih Lille, Paulo Fonseca, memuji mentalitas timnya. "Ini adalah kemenangan karakter. Kami menderita, tetapi para pemain menunjukkan keberanian luar biasa dalam adu penalti. Malam ini, Lille mengirimkan pesan kuat ke seluruh Eropa," ujarnya setelah pertandingan.
Lille kini menunggu lawan mereka di semi-final, melanjutkan mimpi mereka untuk mengangkat trofi Eropa pertama. Malam di Pierre-Mauroy ini akan dikenang sebagai salah satu malam paling dramatis dalam sejarah klub Les Dogues.
No comments:
Post a Comment