TURIN – Derby della Mole, pertarungan sengit antara dua tim sekota, Juventus dan Torino, berakhir antiklimaks tanpa gol di Allianz Stadium. Pertandingan yang digelar pada Minggu dini hari WIB (9/11) tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0, sebuah hasil yang merugikan Bianconeri dalam upaya mereka mengejar posisi puncak klasemen Serie A.
Juventus, yang bermain di kandang sendiri, mendominasi hampir seluruh jalannya pertandingan, mencatatkan penguasaan bola hingga 71% dan melepaskan lebih dari 20 tembakan. Pelatih Max Allegri memainkan trisula penyerang Dusan Vlahovic, Federico Chiesa, dan Kenan Yildiz untuk membongkar pertahanan Il Toro.
Namun, tembok pertahanan Torino, yang dikomandoi oleh center-back Alessandro Buongiorno, tampil sangat disiplin dan kokoh. Kiper Torino, Vanja Milinkovic-Savic, menjadi bintang lapangan setelah melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk dua kali menggagalkan peluang emas Vlahovic dari jarak dekat.
Meskipun menciptakan banyak peluang, Bianconeri terlihat kurang klinis di sepertiga akhir lapangan. Beberapa tembakan melenceng jauh dari sasaran, dan umpan silang mereka mudah dipatahkan. Allegri mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan gelandang serang, namun Torino tetap fokus pada pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.
Wasit sempat melihat kembali insiden handball di kotak penalti Torino melalui VAR, namun memutuskan tidak ada pelanggaran yang cukup jelas untuk memberikan penalti. Keputusan ini disambut protes keras oleh pemain Juventus.
Hasil 0-0 ini membuat Juventus harus puas menambah satu poin, yang membuat mereka gagal menyalip AC Milan di klasemen sementara. Bagi Torino, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan besar. Mereka berhasil mencuri satu poin dari kandang rival sekota dan menunjukkan peningkatan pertahanan di bawah pelatih mereka. Juventus kini harus segera mengevaluasi efektivitas lini serang mereka sebelum jeda internasional tiba.
No comments:
Post a Comment