03 November 2025

Kabar Duka dari Surakarta: Raja Keraton Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Wafat

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diselimuti duka mendalam. Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi, telah menghembuskan napas terakhir pada Minggu (2/11/2025) pagi di usia 77 tahun, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit. Kepergian Sinuhun meninggalkan warisan pelestarian budaya dan sejarah panjang Keraton Solo.

Pakubuwono XIII, yang lahir dengan nama Gusti Raden Mas Suryo Partono pada 28 Juni 1948, adalah putra tertua dari mendiang Pakubuwono XII. Beliau diangkat menjadi Susuhunan Surakarta pada tahun 2004, sebuah periode yang menandai tantangan besar dalam sejarah keraton.

Masa awal kepemimpinan Pakubuwono XIII diwarnai oleh konflik internal yang dikenal sebagai 'Raja Kembar'. Setelah wafatnya Pakubuwono XII tanpa menunjuk penerus yang jelas, dua putranya, KGPH Hangabehi (Pakubuwono XIII) dan KGPH Tedjowulan, sama-sama mengklaim takhta. Dualisme ini sempat memecah belah keluarga besar keraton dan menjadi sorotan nasional selama bertahun-tahun.

Konflik tersebut akhirnya mereda berkat upaya rekonsiliasi yang diprakarsai oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Surakarta (saat itu dipimpin oleh Joko Widodo) dan tokoh nasional. Pada tahun 2012, tercapai kesepakatan damai di mana KGPH Tedjowulan mengakui gelar Pakubuwono XIII sebagai milik KGPH Hangabehi. Rekonsiliasi ini menjadi salah satu warisan terpenting beliau: semangat persatuan di tengah perbedaan.

Sepanjang masa takhtanya, Pakubuwono XIII dikenal sebagai sosok yang tenang dan sangat fokus pada pelestarian tradisi. Beliau secara konsisten menjaga keberlangsungan berbagai upacara adat luhur keraton, termasuk Tingalan Jumenengan Dalem (peringatan kenaikan takhta) dan ritual kebudayaan penting lainnya seperti Sekaten.

Di bawah kepemimpinannya, Keraton Surakarta tetap menjadi pusat spiritual dan budaya Jawa, mendorong kolaborasi dengan seniman dan akademisi untuk memastikan nilai-nilai luhur Mataram tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII rencananya akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, pada Rabu (5/11/2025) mendatang, diiringi prosesi adat yang khidmat.

No comments:

Post a Comment