GRESIK – Atmosfer panas khas Derby Jawa Timur tersaji di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, malam tadi. Laga antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 musim 2025/2026 berakhir imbang 1-1 yang dramatis, menyisakan cerita ketatnya persaingan di papan tengah klasemen.
Pertandingan ini diprediksi sengit, dan terbukti kedua tim bermain dengan intensitas tinggi sejak peluit kick-off ditiup. Babak pertama didominasi oleh duel-duel keras di lini tengah. Persebaya, yang dikenal dengan julukan Bajul Ijo, sempat menguasai alur bola, mengandalkan kecepatan sayap seperti Bruno Moreira dan Gali Freitas. Namun, pertahanan "Macan Putih" Persik Kediri yang dikomandoi Leonardo Navacchio tampil disiplin dan solid, membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pecah telur terjadi di babak kedua. Persebaya unggul lebih dulu pada menit ke-54 melalui gol Arief Catur Pamungkas. Gol ini lahir dari skema bola mati yang cerdik, di mana Catur menyambar bola rebound hasil sundulan Gali Freitas yang sempat ditepis kiper Persik. Keunggulan Green Force hanya bertahan singkat. Hanya berselang sembilan menit, Jose Enrique Rodriguez menyamakan kedudukan bagi Persik. Tandukan tajamnya, memanfaatkan assist cermat dari Ezra Wallian, tak mampu dihalau kiper Persebaya.
Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-76. Gelandang kunci Persebaya, Francisco Rivera, diusir wasit setelah menerima kartu merah langsung. Keputusan ini membuat Persebaya harus berjuang dengan 10 pemain di sisa waktu. Walau kekurangan satu pemain, Bajul Ijo tetap menunjukkan kegigihan. Sementara itu, Persik gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meraih kemenangan penuh.
Hasil imbang 1-1 ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Persik Kediri sedikit demi sedikit menjauh dari zona degradasi dengan 12 poin, sementara Persebaya Surabaya tetap berada di papan tengah. Hasil ini menjadi warning bagi Persebaya yang menargetkan kemenangan untuk merangkak naik. Bagi Persik, ini adalah bukti mentalitas bertanding yang kuat. Derby selalu menyajikan drama, dan malam ini membuktikan bahwa gengsi Jawa Timur selalu membakar semangat di lapangan.
No comments:
Post a Comment