PARMA – AC Milan gagal memaksimalkan peluang untuk menjauh dari kejaran para pesaingnya di Serie A setelah ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Parma di Stadio Ennio Tardini pada Minggu dini hari WIB. Hasil ini terasa seperti kekalahan bagi Rossoneri karena mereka sempat unggul dua gol sebelum akhirnya dikejar oleh semangat juang tim promosi tersebut.
Milan memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan. Berkat start yang agresif, mereka berhasil mencetak gol cepat melalui penyerang andalan mereka, Rafael Leao, pada menit ke-15. Leao memanfaatkan kecepatannya untuk membongkar pertahanan Parma sebelum melepaskan tembakan mendatar yang menembus gawang Gianluigi Buffon.
Keunggulan Milan digandakan oleh gelandang serba bisa, Tijjani Reijnders, pada menit ke-35. Gol kedua ini lahir dari skema serangan balik yang rapi, membawa Milan unggul 0-2 dan seolah-olah mengamankan tiga poin di babak pertama.
Di babak kedua, Manajer Parma, Fabio Pecchia, melakukan perubahan penting yang mengubah jalannya pertandingan. Parma tampil lebih berani dan agresif, menekan balik lini tengah Milan.
Kebangkitan Parma dimulai pada menit ke-60. Gelandang asal Spanyol, Adrian Bernabe, mencetak gol indah melalui tendangan bebas akurat, memperkecil skor menjadi 1-2. Gol ini memicu euforia di tribun penonton dan menambah motivasi Parma.
Drama mencapai puncaknya di menit ke-85. Pemain pengganti Enrico Del Prato berhasil mencetak gol penyama kedudukan 2-2 setelah memanfaatkan umpan silang dan menyundul bola di tiang jauh. Skor imbang ini bertahan hingga akhir, membuat pelatih Milan, Stefano Pioli, terlihat sangat kecewa di pinggir lapangan. Kegagalan Milan mempertahankan keunggulan dua gol ini menjadi catatan buruk dan berpotensi menghambat ambisi mereka merebut Scudetto musim ini.
No comments:
Post a Comment