16 April 2026

PAGARALAM SIAGA: Gunung Dempo Erupsi, Kolom Abu Setinggi 3,5 Kilometer Membubung ke Langit

Aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Sumatera Selatan meningkat tajam. Pada Rabu (15/4) malam pukul 21.15 WIB, gunung api setinggi 3.159 MDPL tersebut mengalami erupsi eksplosif dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak. Fenomena ini memicu hujan abu di beberapa wilayah pemukiman sekitar lereng dan meningkatkan status kewaspadaan warga.


Kronologi dan Detail Aktivitas Vulkanik

Berdasarkan laporan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dempo, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 35 mm dan durasi gempa yang cukup panjang.

Petugas pemantau di lokasi menyebutkan bahwa sebelum terjadinya letusan, tercatat adanya peningkatan aktivitas seismik berupa gempa tremor dan gempa hembusan selama 48 jam terakhir. Karakteristik erupsi kali ini dinilai cukup kuat dibandingkan fluktuasi yang terjadi pada awal tahun lalu.


Rekomendasi PVMBG dan Radius Bahaya

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui siaran pers resminya segera mengeluarkan rekomendasi teknis guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa. Berikut adalah poin-poin utama yang perlu diperhatikan:

  • Sterilisasi Radius: Masyarakat, pengunjung, maupun pendaki dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius 2 km dari kawah pusat (Kawah Merapi-Dempo).

  • Zona Sektoral: Larangan aktivitas juga berlaku pada arah bukaan kawah sejauh 5 km ke arah utara guna mengantisipasi potensi aliran lahar hujan atau awan panas.

  • Alat Pelindung Diri: Warga yang terpapar hujan abu diimbau untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) serta iritasi.


Mitigasi Bencana dan Kesiapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Pagaralam bersama BPBD Sumatera Selatan telah mengaktifkan posko darurat bencana di titik-titik strategis. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada perintah evakuasi massal, namun skema pengungsian telah disiapkan jika aktivitas magma terus menunjukkan tren peningkatan menuju status Siaga (Level III).

"Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau data deformasi gunung. Tim di lapangan saat ini fokus membagikan masker dan memastikan jalur evakuasi tidak terhambat oleh material debu vulkanik," ujar Kepala Pelaksana BPBD setempat.

Kondisi sumber air bersih juga menjadi perhatian utama, mengingat abu vulkanik dapat mencemari bak penampungan air terbuka milik warga di lereng gunung.


Imbauan Terhadap Sektor Pariwisata

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan, kawasan kebun teh dan jalur pendakian Gunung Dempo kini ditutup total untuk sementara waktu. Para pelaku industri pariwisata diminta kooperatif dalam memberikan informasi yang akurat kepada calon wisatawan guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Dunia internasional juga turut memantau perkembangan ini, mengingat posisi Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire yang sangat aktif dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2026 ini.


No comments:

Post a Comment