AS Roma kembali menelan pil pahit di kandang sendiri setelah secara mengejutkan takluk 1-2 dari Viktoria Plzen dalam lanjutan fase grup Liga Europa di Stadion Olimpico. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Giallorossi di kompetisi Eropa, menempatkan mereka dalam situasi sulit di papan klasemen.
Secara statistik, AS Roma yang diasuh oleh Gian Piero Gasperini mendominasi penuh jalannya pertandingan, mencatatkan penguasaan bola yang signifikan (sekitar 68%) dan melepaskan total 20 tembakan. Namun, data tersebut berbanding terbalik dengan hasil akhir, mencerminkan masalah klasik yang dihadapi Roma: ketidakmampuan mengkonversi peluang menjadi gol.
Viktoria Plzen, wakil Republik Ceko, menampilkan kinerja taktis yang sangat disiplin dan efektif. Mereka mengadopsi formasi pertahanan yang kompak, mengandalkan serangan balik cepat sebagai senjata utama. Strategi ini terbukti mematikan, terlepas dari minimnya peluang yang mereka ciptakan.
Kejutan dimulai pada babak pertama. Tim tamu berhasil unggul cepat melalui skema serangan balik yang dieksekusi dengan baik oleh Prince Kwabena Adu pada menit ke-20. Belum sempat Roma menata kembali pertahanan, hanya berselang dua menit, gawang Rui Patricio kembali bobol. Cheick Souare berhasil menggandakan keunggulan Plzen, memanfaatkan kemelut yang lahir dari transisi cepat tim tamu. Skor 0-2 dalam waktu singkat menjadi pukulan telak bagi mentalitas Giallorossi.
Memasuki babak kedua, Roma meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas datang pada menit ke-54 ketika mereka mendapatkan hadiah penalti. Paulo Dybala, yang menjadi poros kreativitas tim, sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor, mengubah skor menjadi 1-2 dan membuka harapan comeback.
Meskipun Dybala dan rekan-rekannya terus menggempur pertahanan Plzen, rapatnya barisan belakang tim tamu yang dipimpin oleh kiper Martin Jedlicka yang tampil gemilang, berhasil menetralkan semua serangan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 tetap bertahan. Gol penyeimbang Niccolo Pisilli di masa injury time pun dianulir karena offside, menutup malam kekecewaan di Olimpico.
Kekalahan ini membuat Roma terpuruk di peringkat bawah, sementara Viktoria Plzen melonjak ke papan atas, membuktikan bahwa efisiensi dan disiplin taktis jauh lebih berharga daripada sekadar penguasaan bola di kompetisi Eropa.
No comments:
Post a Comment