LONDON – Pertandingan klasik Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Tottenham Hotspur Stadium pada Sabtu malam (8/11) berakhir tanpa pemenang. Drama empat gol dan aksi jual beli serangan yang intensif memaksa kedua tim berbagi poin dalam hasil imbang 2-2. Pertandingan ini dikenang bukan hanya karena kualitas serangan, tetapi juga karena comeback emosional di menit-menit krusial.
Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas tinggi langsung terasa. Manchester United, di bawah asuhan manajer Erik ten Hag, bermain efektif dengan mengandalkan serangan balik cepat. Keunggulan tim tamu tercipta pada menit ke-32 melalui skema serangan balik yang cepat. Bryan Mbeumo, yang didatangkan musim panas lalu, melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Guglielmo Vicario, membawa MU memimpin 0-1. Tottenham mendominasi penguasaan bola, namun pertahanan kokoh MU yang dipimpin Raphael Varane berhasil menetralisir semua peluang The Lilywhites.
Di babak kedua, Manajer Tottenham, Ange Postecoglou, memasukkan penyerang muda Mathys Tel dan perubahan formasi ini langsung memberikan dampak positif. Tottenham menggempur pertahanan MU secara sporadis, namun baru di menit ke-84 kebuntuan pecah. Tel mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 1-1.
Stadion Hotspur kemudian meledak di menit 90+1. Penyerang veteran, Richarlison, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Andre Onana, mengubah skor menjadi 2-1 dan membawa Tottenham di ambang kemenangan dramatis. Kegembiraan suporter Tottenham hanya berlangsung singkat. Di menit 90+6, Manchester United mendapatkan hadiah tendangan sudut terakhir. Bek tengah Matthijs de Ligt melompat paling tinggi dan menyundul bola ke gawang, membuat skor berubah menjadi 2-2 dan membungkam seisi stadion.
Hasil ini membuat kedua tim kini sama-sama mengoleksi 18 poin di klasemen sementara, namun Tottenham (peringkat 3) unggul selisih gol tipis dari MU (peringkat 8). Manajer kedua tim sama-sama menyayangkan kegagalan mempertahankan keunggulan, tetapi memuji semangat juang timnya hingga detik terakhir. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di Liga Inggris semakin ketat dan tidak terprediksi.
No comments:
Post a Comment