JEPARA — Malut United FC kembali mencatatkan performa gemilang di Super League 2025/2026 setelah menaklukkan tuan rumah Persijap Jepara dengan skor tipis 2-1. Pertandingan sengit yang diwarnai drama dua penalti dan kartu merah ini berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (3/11).
Kemenangan ini terasa sangat vital bagi Laskar Kie Raha—julukan Malut United—karena merupakan kemenangan kelima mereka secara beruntun. Tren positif ini membawa tim yang baru promosi tersebut melesat ke posisi tiga besar klasemen sementara, mengukuhkan mereka sebagai penantang serius.
Sejak menit awal, Malut United, yang diasuh pelatih berpengalaman, menunjukkan dominasi di lini tengah. Keunggulan mereka dibuka pada menit ke-38. Berawal dari skema bola mati yang efektif, umpan silang akurat Tyronne del Pino disambut sundulan keras oleh Gustavo Franca, mengubah skor menjadi 0-1. Gol ini menjadi satu-satunya pembeda hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persijap yang berjuluk Laskar Kalinyamat mencoba bangkit. Tekanan intens yang mereka lancarkan membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika wasit menunjuk titik putih. Pelanggaran di kotak terlarang Malut United membuat Carlos Franca dipercaya sebagai algojo. Ia sukses menyamakan kedudukan 1-1, membangkitkan semangat publik Jepara.
Namun, kegembiraan tuan rumah hanya sejenak. Pada menit ke-78, giliran Malut United yang mendapat hadiah penalti. David da Silva tanpa kesulitan menaklukkan kiper Persijap, mengembalikan keunggulan tim tamu menjadi 1-2.
Kondisi Persijap semakin sulit dua menit kemudian. Kapten mereka, Fikron Afriyanto, diganjar kartu merah langsung akibat protes keras kepada wasit. Bermain dengan sepuluh orang, Laskar Kalinyamat tak mampu lagi menciptakan peluang berbahaya yang signifikan. Kekalahan 1-2 ini menjadi yang kelima secara berturut-turut bagi Persijap, membuat mereka semakin terperosok di peringkat ke-15 klasemen sementara dan berada dalam ancaman serius degradasi.
No comments:
Post a Comment