Kunjungan Chelsea ke ibukota Azerbaijan, Baku, seringkali menyimpan memori manis bagi The Blues, dan laga kontra Qarabag di fase grup Liga Champions kali ini tak berbeda. Meskipun Qarabag dikenal sebagai tim yang disiplin di kandang, kedewasaan dan efisiensi skuad asuhan Enzo Maresca (atau pelatih yang relevan) terbukti terlalu superior. Dalam pertandingan yang mendebarkan bagi publik Baku, Chelsea sukses mengamankan kemenangan telak 4-0, sebuah hasil yang tidak hanya menegaskan posisi mereka di puncak grup, tetapi juga secara definitif mengunci tiket menuju babak 16 besar kompetisi elit Eropa.
Pola pertandingan sudah terlihat sejak menit awal. Chelsea, yang mengenakan seragam kebanggaan, langsung memegang kendali penguasaan bola. Gelandang elegan mereka, seperti Enzo Fernandez dan Cesc Fabregas (mengacu pada pertemuan historis, jika terjadi lagi), mendikte tempo dan membuat lini tengah Qarabag kesulitan membangun serangan. Kecepatan Raheem Sterling dan penyelesaian klinis dari penyerang utama terbukti menjadi pembeda.
Qarabag, di bawah arahan Gurban Gurbanov yang legendaris, sejatinya menunjukkan semangat juang yang tinggi, berusaha memanfaatkan setiap peluang serangan balik. Namun, pertahanan Chelsea yang digalang Thiago Silva atau Trevoh Chalobah terlalu kokoh. Kesalahan fatal di lini belakang The Horsemen pada menit krusial membuahkan dua gol cepat yang meruntuhkan mental tim tuan rumah.
Secara statistik, ini adalah dominasi total, mengingatkan pada kemenangan 6-0 dan 4-0 di musim 2017/2018. Chelsea kini fokus untuk mengamankan posisi teratas grup demi menghindari lawan berat di babak gugur. Bagi Qarabag, meski menelan kekalahan, pengalaman melawan salah satu raksasa Inggris ini tetap menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan mereka di kancah Eropa. Para pendukung Chelsea dapat tidur nyenyak, mimpi juara Liga Champions kini terasa kian nyata.
No comments:
Post a Comment