Duel sarat emosi tersaji di Etihad Stadium ketika Manchester City menjamu mantan klub dari bintang utama mereka, Borussia Dortmund. Pertandingan Matchday 4 Liga Champions ini bukan hanya perebutan poin krusial, tetapi juga panggung reuni bagi Erling Haaland, yang kini menjadi mesin gol tak terhentikan bagi The Citizens.
Dortmund, di bawah asuhan Niko Kovac, datang dengan taktik yang berani: pertahanan disiplin tinggi yang siap melepaskan serangan balik mematikan. Strategi ini terbukti efektif di babak pertama, di mana Dortmund mampu menahan gempuran City dan bahkan mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh talenta muda mereka, Jude Bellingham. Keunggulan 0-1 yang dibawa Dortmund ke ruang ganti adalah kejutan terbesar di malam itu, memaksa Pep Guardiola memutar otak.
Babak kedua menjadi babak pembalasan bagi City. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Tendangan keras dan terukur dari John Stones berhasil menyamakan kedudukan, membangkitkan semangat puluhan ribu pendukung. Momen klimaks terjadi beberapa menit kemudian, dan tentu saja, dilakukan oleh pemain yang paling dinantikan.
Erling Haaland, melawan klub yang membesarkan namanya, sekali lagi menunjukkan mengapa ia adalah striker terbaik dunia. Menerima umpan silang akurat, Haaland melepaskan tendangan akrobatik yang fantastis, menjebol gawang Dortmund. Gol tersebut tidak hanya membalikkan keadaan menjadi 2-1, tetapi juga menutup buku nostalgia. City berhasil menang tipis, memastikan mereka kokoh di puncak grup. Bagi Haaland, gol tersebut adalah hormat terakhir bagi mantan timnya, sebuah bukti bahwa ia terus berkembang menjadi predator sejati di panggung Eropa.
No comments:
Post a Comment