Terkait kondisi korban, sejauh ini terdapat kabar baik bahwa 21 korban telah diizinkan pulang ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan, sementara sisanya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Pihak Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat dengan menjamin seluruh biaya perawatan medis para korban ledakan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi. Sementara itu, Wamenko Polhukam Lodewijk F. Paulus yang mengunjungi lokasi kejadian mengonfirmasi satu temuan penting: benda mirip senjata api yang ditemukan di TKP ternyata hanyalah senjata mainan, menepis spekulasi awal terkait keterlibatan senjata api.
Meskipun telah teridentifikasi, penyebab pasti dan motif di balik ledakan tersebut masih menjadi fokus penyelidikan intensif. Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Gegana Brimob Polri telah dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan sterilisasi area. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menyimpulkan secara resmi jenis ledakan maupun motif di baliknya, termasuk dugaan adanya perundungan (bullying) yang dialami terduga pelaku yang berusia 17 tahun. Proses penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk memastikan semua fakta dan kejelasan motif dari insiden tragis yang menjadi sorotan nasional ini.
No comments:
Post a Comment