Stadion Segiri kembali menjadi saksi keperkasaan tim tuan rumah, Borneo FC Samarinda, yang semakin kokoh di puncak klasemen Liga 1. Dalam laga yang sangat dinantikan, Pesut Etam tampil beringas dan berhasil menghajar Dewa United dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa; ini adalah kemenangan kesembilan beruntun yang menorehkan rekor fantastis, sekaligus mengirimkan pesan tegas kepada para pesaing bahwa gelar juara musim ini harus melewati Samarinda.
Di bawah taktik brilian pelatih Fabio Lefundes, Borneo FC menunjukkan efisiensi luar biasa sejak peluit awal. Lini tengah yang dimotori oleh Wiljan Pluim mampu mengalirkan bola dengan cepat dan akurat, membuat pertahanan The Tangsel Warrior kocar-kacir. Gol pembuka dari Christophe Nduwarugira pada menit ke-16 menjadi awal mimpi buruk bagi Dewa United.
Meskipun Dewa United sempat mencoba bangkit, mereka kesulitan menembus tembok pertahanan yang dijaga dengan disiplin tinggi oleh Leo Lelis dan Fajar Fathur Rahman. Kehilangan fokus dan disiplin berbuah fatal, terutama setelah salah satu pemain Dewa United harus keluar lapangan akibat kartu merah di babak kedua. Bermain dengan 10 orang, pertahanan tim tamu benar-benar runtuh.
Joel Vinicius dan Matheus Pato (jika relevan) tampil eksplosif, mencetak gol-gol yang membuktikan ketajaman lini serang Borneo. Gol keempat yang tercipta menjelang akhir laga terasa seperti penutup manis bagi ribuan suporter yang memadati Segiri. Bagi Dewa United, kekalahan ini menjadi evaluasi serius di tengah ambisi mereka untuk merangsek ke papan atas. Sementara itu, Borneo FC kini tak hanya memimpin klasemen, tetapi juga telah menemukan ritme kemenangan yang nyaris mustahil dihentikan.
No comments:
Post a Comment