09 November 2025

Duka Nasional: Mengenang Jasa Antasari Azhar, Sosok Pemberani dalam Pemberantasan Korupsi

JAKARTA – Indonesia kembali berduka atas berpulangnya salah satu tokoh penegak hukum yang paling dikenal, Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Antasari mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 72 tahun akibat komplikasi penyakit jantung. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam upaya memberantas korupsi.

Antasari Azhar dikenal sebagai sosok yang memiliki karier panjang di Kejaksaan Agung sebelum menduduki puncak pimpinan lembaga antikorupsi. Puncaknya adalah ketika ia terpilih menjadi Ketua KPK periode 2007-2011. Di bawah kepemimpinannya, KPK menunjukkan taringnya dengan menangani berbagai kasus megakorupsi, termasuk penjeratan sejumlah menteri, gubernur, hingga anggota DPR. Ia dianggap sebagai figur yang berani mendobrak tembok kekuasaan dan membuktikan bahwa KPK adalah lembaga yang independen dan tak pandang bulu.

Salah satu moto yang selalu dipegangnya adalah "KPK tidak pernah menyerah," yang kini menjadi inspirasi bagi banyak penegak hukum muda. Keberaniannya dalam menindak kasus besar dan sikapnya yang lugas membuatnya dicintai sekaligus ditakuti.

Perjalanan karier Antasari tidak lepas dari kontroversi. Pada tahun 2009, ia tersandung kasus pidana pembunuhan berencana yang menggemparkan. Meskipun ia konsisten membantah tuduhan tersebut dan mengklaim adanya kriminalisasi, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman penjara. Setelah menjalani hukuman, ia mendapatkan grasi dari Presiden dan menjalani proses pemulihan nama baik. Kisahnya menjadi salah satu babak paling dramatis dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia, memicu perdebatan tentang intervensi kekuasaan terhadap lembaga independen.

Meskipun demikian, bagi banyak pihak, dedikasi Antasari dalam memberantas korupsi tidak pernah luntur. Setelah bebas, ia tetap aktif menyuarakan isu-isu antikorupsi dan menjadi narasumber inspiratif.

Presiden dan sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan duka cita mendalam. Sekretaris Kabinet menyatakan bahwa pemerintah kehilangan seorang putra terbaik yang berjuang tanpa kompromi melawan korupsi. Upacara pemakaman Antasari Azhar dilakukan dengan protokol kenegaraan terbatas di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Ribuan masyarakat dan kolega memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. Kepergiannya adalah pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi di Indonesia masih panjang, dan integritas serta keberanian adalah kunci utama.

No comments:

Post a Comment