09 November 2025

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04%: Strategi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi Global

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kabar baik bagi perekonomian nasional: Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan III tahun 2025 tercatat tumbuh solid sebesar 5,04% (Year-on-Year). Angka ini, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, tetap diapresiasi karena dicapai di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global, termasuk inflasi tinggi di negara maju dan potensi resesi global.

Pilar utama yang menopang pertumbuhan kali ini adalah konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari separuh PDB dan tumbuh sekitar 5,2%. Peningkatan ini didorong oleh stabilnya daya beli masyarakat, terkendalinya inflasi pangan, dan percepatan realisasi bantuan sosial (Bansos) yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu, investasi (PMTB) juga menunjukkan geliat positif dengan pertumbuhan 4,9%, didorong oleh optimisme pelaku usaha dan kemudahan investasi pasca-penerapan UU Cipta Kerja.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa sektor unggulan seperti industri pengolahan dan perdagangan tetap menjadi kontributor terbesar. "Ketahanan ekonomi domestik terbukti kuat menghadapi gejolak global. Kinerja ekspor komoditas utama, terutama nikel dan batu bara, meski harga mulai melandai, tetap menyumbang surplus neraca dagang yang signifikan," ujarnya dalam konferensi pers.

Namun, keberhasilan ini tidak tanpa tantangan. Sektor manufaktur masih menghadapi hambatan berupa kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS. Selain itu, realisasi belanja pemerintah di beberapa kementerian/lembaga dinilai masih lambat, sehingga belum optimal dalam memacu pertumbuhan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa strategi pemerintah ke depan akan fokus pada dua hal: diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara saja, dan penguatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk domestik. Pemerintah juga akan terus memprioritaskan pengendalian inflasi, khususnya harga energi dan pangan, agar daya beli masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.

Para ekonom memproyeksikan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5% hingga akhir 2025, asalkan stabilitas politik dan kebijakan moneter yang hati-hati dapat terus dipertahankan. Konsolidasi fiskal dan efektivitas belanja modal pemerintah di kuartal IV akan menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan tahunan.

No comments:

Post a Comment