JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melancarkan operasi gabungan berskala besar dengan fokus membersihkan dua sarang peredaran narkoba dan kejahatan jalanan (premanisme) yang sudah mengakar di Ibu Kota: Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Bahari, Jakarta Utara. Operasi ini merupakan respons atas meningkatnya laporan masyarakat terkait peredaran gelap narkotika dan tindak kriminalitas yang mengganggu ketertiban umum.
Dalam operasi yang melibatkan ratusan personel gabungan, aparat berhasil menangkap puluhan pelaku yang terdiri dari bandar, pengedar, dan pemakai narkoba. Barang bukti yang diamankan terbilang fantastis, meliputi ribuan paket sabu siap edar, ekstasi, ganja, serta senjata tajam dan senjata api rakitan. Aparat juga membongkar sejumlah "laboratorium" mini yang digunakan untuk meracik narkotika jenis baru.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa operasi ini adalah komitmen negara untuk memerangi narkoba secara total. "Kampung-kampung ini tidak boleh lagi menjadi zona abu-abu tempat hukum tidak berlaku. Kami akan terus menindak tegas dan memotong akar jaringannya, yang seringkali melibatkan oknum-oknum di luar maupun di dalam," tegas Kapolri.
Selain narkoba, operasi ini juga menyasar kelompok premanisme yang sering memeras warga dan mengganggu keamanan. Beberapa tokoh preman yang dikenal sebagai "penguasa" lokal juga berhasil diamankan.
Pakar Kriminologi dari Universitas Indonesia, Dr. Erlangga, menyambut baik tindakan represif ini, namun mengingatkan pentingnya pendekatan holistik. "Setelah penindakan, harus segera diikuti dengan program rehabilitasi yang intensif bagi para pengguna dan program pembinaan masyarakat. Lingkungan yang rawan narkoba membutuhkan intervensi sosial-ekonomi, bukan hanya militeristik," jelasnya.
Pemerintah daerah berjanji akan segera melaksanakan program revitalisasi lingkungan di kedua kampung tersebut, termasuk pembangunan fasilitas sosial, peningkatan penerangan jalan, dan pelatihan keterampilan kerja bagi warga setempat. Tujuan utamanya adalah mengubah citra kawasan tersebut dari sarang kejahatan menjadi lingkungan yang produktif dan aman. Operasi ini menandai dimulainya babak baru dalam upaya pemulihan keamanan dan penegakan hukum di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap "kebal" hukum.
No comments:
Post a Comment